Asa said iqbal menuju pemilu 2024 via partai buruh. Asa Said Iqbal Menuju Pemilu 2024 Via Partai Buruh

Kebangkitan Partai Buruh berasal dari empat konfederasi serikat pekerja terbesar dan 50 federasi serikat pekerja tingkat nasional. Said Iqbal menyampaikan suara buruh secara politik perlahan mulai kalah sejak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja disahkan.

Next

Partai Buruh yang lahir kembali hari ini, kata Sonny, menjadi tonggak sejarah bagi elemen buruh di Indonesia. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi rencana lahirnya Partai Buruh yang digagas oleh KSPI.

Next

Modal besar untuk berkontestasi nyatanya belum menjadi jaminan menang. Reddit sedikit berbeda dibandingkan forum-forum Indonesia lainnya.

Next

Said mengatakan hal tersebut terlihat dari kesiapan syarat Partai Buruh sebagai peserta pemilu. Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat DPP Serikat Petani Indonesia SPI Agus Ruli Ardiansyah mendukung Said Iqbal sebagai Ketua Umum Partai Buruh yang akan dideklarasikan ulang pada 4 Oktober 2021. Baca juga: Lalu bagaimana dengan Partai Buruh yang dipimpin Said Iqbal di Indonesia? Gencil News — VOA — Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia KSPI Said Iqbal mengatakan para buruh sepakat untuk menghidupkan kembali Partai Buruh yang didirikan almarhum Muchtar Pakpahan.

Next

Buruh harus punya wakil di parlemen supaya gerakannya gak hanya sebatas turun ke jalan dan koar-koar di medsos. Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno berpendapat, pupusnya asa parpol baru dikarenakan mereka belum menarik simpati publik atau justru malah muncul dengan warna yang sama tanpa pembeda.

Next

Site ini mempunyai format balasan yang bercabang, berbeda dengan forum biasa.

Next

Kalau waktu 2019 itu tahu karena sempat viral, cari attention-nya dapat ke anak muda tapi ya udah gitu aja," kata dia ke Liputan6.

Next

Ia mengatakan penolakan ini bahkan sudah disampaikan sebulan sebelum adanya gerakan mahasiswa 11 April. Namun bila dicermati, kehadiran mereka masih belum terlalu dikenal publik. Baca juga: Pewarta: Syaiful Hakim Editor: Fransiska Ninditya COPYRIGHT © ANTARA 2022.

Next